Belajar Pada Semut

Tadi malam secara tak sengaja saya melihat segerombolan semut kecil, beramai-ramai mengangkat seekor kecoak mati yang ukurannya berpuluh-puluh kali lipat lebih besar dari ukuran badan semut-semut itu.
Mereka bergerombol dan beramai-ramai menuju tempat persembunyian mereka. Hebat! Seru saya dalam hati.

mereka benar-benar satu tim yang kompak, saling menolong, tidak mementingkan kepentingan pribadi, disiplin dan sehati.

Mengapa saya katakan demikian?

1. Saya katakan kompak dan sehati karena mereka berjalan searah dan beriringan. Tidak ada aksi saling tarik menarik untuk mempertahankan egonya masing-masing. Justru saling mengerti dan saling mengalah.

2. Saya katakan saling menolong karena mereka bergantian mengangkat beban itu. ketika rombongan yang mengangkat kecoak tadi berjalan, teman-temannya masih datang untuk memberikan bantuan.

3. Tidak mementingkan kepentingan pribadi.
hal ini terlihat ketika mereka mengangkat beban, tidak ada  satu  atau dua ekor pun semut yang menikmati kecoa tersebut. Justru mereka memanggil teman-temannya agar bersama-sama mengangkut beban tersebut dan membawanya ke tempat penyimpanan persediaan makannya, agar nantinya bisa dinikmati bersama-sama.

Dan banyak pelajaran berharga yang lain yang bisa kita petik.. Silahkan di tambah sendiri.

kalau sudah begini, saya jadi malu pada semut.

Mereka yang tidak dikasih akal dan pikiran seperti manusia saja bisa seperti itu, kenapa kita manusia sulit untuk bererilaku yang sama?? (ups.. bukan makan kecoak loh, tapi lebih ke sifat-sifat nya itu)

mari kita renungkan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: